KPU Resmi Menetapkan Hasil Rekap Pemilu Presiden (Pilpres) 2009; JK Terima Berkas, Mega Menolak
Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi menetapkan hasil rekap Pemilu Presiden (Pilpres) 2009, dengan kemenangan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. Namun, penetapan itu tidak dibarengi penetapan pasangan calon terpilih karena KPU (Komisi Pemilihan Umum) menunggu hasil persidangan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK).
“Ini baru penetapan rekap, penetapan calon terpilih belum,” kata Abdul Hafiz Anshary, ketua KPU usai sidang penetapan hasil Pilpres di gedung KPU, Jakarta, kemarin (25/7). Pleno penetapan hasil pilpres dihadiri dua pasang calon presiden-wakil presiden, yakni SBY-Boediono dan Jusuf Kalla-Wiranto. Dua pasang calon ini hadir bersama tim kampanye masing-masing.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary mengatakan, penetapan pasangan capres dan cawapres terpilih akan dilakukan setelah selesai masa sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK).
HASIL rekapitulasi manual secara nasional di tujuh provinsi menunjukkan perolehan suara pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono unggul dibandingkan dua pasangan lainnya dengan meraih 20.853.944 suara atau 57,95 persen.
Hasil penghitungan cepat sejumlah lembaga survei menempatkan pasangan SBY-Boediono sebagai pemenang Pemilu Presiden 2009. Menurut versi hitung cepat, pasangan ini menangguk suara mayoritas sekitar 60 persen. Ada apa di balik kemenangan SBY-Boediono? Apa yang ada di benak para pemilih sehingga mereka lebih banyak mencontreng pasangan ini?
Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia Denny JA menyebutkan, kemenangan SBY-Boediono disebabkan, pertama, posisi SBY sudah sangat kuat sebelum kampanye dimulai.
Klaim pendidikan gratis yang gencar dipromosikan pemerintah rupanya tak sesuai dengan kenyataan. Dalam debat cawapres yang digelar di Gedung Bidakara Jakarta, Selasa (30/6) malam, Prabowo Subianto secara tandas menyebut iklan pendidikan gratis tersebut tidak benar.
Meski secara keseluruhan Debat Cawapres semalam tidak semenarik debat sebelumnya, namun setidaknya ada bagian-bagian yang justru meruncing, dan memperlihatkan debat sesungguhnya. Hal itu terlihat dari perdebatan vulgar antara Boediono dan Prabowo Subianto.
Tim sukses SBY, Rizal Mallarangeng bersikeras agar Capres Jusuf Kalla (JK) menjelaskan dan meminta maaf terkait selebaran istri Cawapres Boediono katolik. Kubu SBY pun akan menghadirkan Abdul Wahab Dalimunthe yang dituding mengotaki insiden itu.
Harapan untuk mendapatkan pertukaran ide dan gagasan mulai muncul dalam debat calon presiden yang berlangsung di studio MetroTV, Kamis (25/6) malam. Calon presiden, terutama M Jusuf Kalla, secara lugas maupun implisit memperlihatkan pandangan yang berbeda dari calon lain.
Debat calon wakil presiden, Prabowo Subianto, Boediono, dan Wiranto, diharapkan berlangsung lebih seru dibandingkan debat capres pekan lalu. Melihat karakter masing-masing calon, pengamat politik yang juga peneliti senior Lembaga Survei Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, berpendapat, ketiganya akan tampil dengan gaya yang berbeda satu sama lain.
Jakarta – Malam Deklarasi Pemilu Damai menjadi ‘tidak damai’. Acara yang seharusnya penuh dengan suasana persahabatan tersebut berubah jadi tegang lantaran ‘ulah’ monolog Butet Kartaredjasa.
SIDOARJO – Pemeriksaan perdana kasus money politic caleg PKB berlangsung Senin (2/3) lalu. Mahmudatul Fatichah memenuhi panggilan Polres Sidoarjo. Selama tiga jam, mulai pukul 10.00 hingga 13.00, mantan Kades Reno Kenongo tersebut diberondong pertanyaan seputar kasusnya.

Komentar