Anak Petani yang Profesor
Bagi Saldi Isra, menjadi guru besar alias profesor hukum tata negara pada Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, adalah kejutan. ”Dalam keluarga saya yang berlatar belakang petani, pencapaian akademis setinggi itu luar biasa, bahkan nyaris tidak bisa dipercaya,” katanya.
Pernyataan itu tak terlalu berlebihan. Ayah Saldi, Ismail (almarhum), memang seorang petani dengan sawah kecil. Ismail tak lulus SD. Ibu Saldi, Ratina (almarhumah), buta huruf.
Pasangan yang tinggal di Solok, Sumatera Barat, itu punya tujuh anak. Saldi anak keenam. Akibat kesulitan biaya, hanya Saldi dan salah satu kakaknya yang bisa kuliah sampai jadi sarjana. Itu pun harus dijalani dengan penuh perjuangan.
Sumbawanews.com.- Tak disangka Motivator ulung pembawa acara Golden Ways di Metro TV ternyata seorang muslim sejati. Mungkin selama ini kita menyangka beliau adalah seorang yang beragama nasrani atau budha bahkan banyak yang menyangka sebagai seorang pendeta, karena dalam setiap acaranya Mario Teguh selalu mengunakan kata “Tuhan” untuk menggantikan kalimat “Allah”.
Sudah beberapa hari ini, Rani merasa tak punya gairah. Entah di rumah, di kantor maupun di lingkungan pergaulannya yang lain. "Rasanya nggak ada semangat," keluhnya. Ia tak tahu penyebab kenapa semangatnya mendadak menurun seperti itu. Yang sangat terasa dampaknya adalah di kantor. Pekerjaan-pekerjaannya banyak yang menjadi terbengkelai. Komunikasi dengan rekan kerja atau atasan pun jadi terhambat. Padahal, biasanya, ia adalah seorang yang sangat aktif.
Banyak para ahli yang mengatakan bahwa orang dewasa yang memiliki tujuan jelas dan secara tertulis hanya sekitar 3%. Angka ini didapat dari penelitian di Amerika Serikat, entah dengan di Indonesia. Bagaimana menurut Anda?
Sering kita mendengar nasehat dari orangtua atau guru yang mengatakan, kalau kita mau berbuat sesuatu, lebih baik dipikirkan dahulu, agar tidak menyesal di kemudian hari. Suatu nasihat yang sederhana. Namun pernahkan kita merenung apa makna sebenarnya dari kalimat tersebut?

Komentar