15 Pelamar Kerja Kantor Pos Tegal Tertipu

Sebanyak lebih dari 15 warga Kota Tegal dan sekitar yang melamar kerja di Kantor Pos Besar Tegal, diduga tertipu. Mereka sudah memberikan uang pelicin jutaan rupiah, tapi tak segera diterima untuk bekerja di kantor BUMN tersebut.

Kasus penipuan tenaga kerja itu, terbongkar setelah satu persatu pelamar yang menjadi korban melaporkan kasusnya ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Tegal Kota. Penyidik di Sat Reskrim yang mengembangkan penyidikan, kemudian menangkap pelakunya.

Kapolres Tegal Kota AKBP Haryadi SIK MSi didampingi Kasat Reskrim AKP Heriyanto SH mengatakan, calo tenaga kerja yang ditangkap adalah Wahyudin (22). Bujangan warga Jl Kates Gang I RT 9 RW 6, Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat itu, mengaku sebagai pegawai harian lepas (PHL) Kantor Pos Besar Tegal. ”Dia menjanjikan dapat membantu agar orang yang telah melayangkan surat lamaran atau melamar pekerjaaan, dapat diterima bekerja sebagai pegawai Kantor Pos Besar Tegal,” terang AKP Heriyanto SH.

Tapi hingga beberapa bulan, pelamar yang sudah dijanjikan akan diterima itu, tak kunjung mendapatkan panggilan dari kantor tersebut. Bahkan pelaku susah untuk dihubungi dan telah pergi keluar kota.

Hal itu membuat sejumlah korbannya kebingungan. Meski begitu penyidik tak kurang akal. Lewat keluarganya, pelaku dipancing agar bisa pulang ke Kota Tegal. Karena ada persoalan penting yang harus diselesaikan. Ketika pulang ke rumahnya di Jl Kates, awalnya beberapa korban akan menyelelesaikan secara kekeluargaan.

Tapi begitu jumlah uang yang ditampung pelaku mencapai lebih dari Rp 66 juta, pelaku kewalahan untuk mengembalikan uang tersebut.”Uang sudah banyak saya gunakan. Antara lain, untuk membeli baju, hanphone, dan melunasi angsuran sepeda motor. Juga untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Jadi hampir sudah tidak ada uang yang tersisa,” ucap pelaku.

Wahyudin mengaku, korbannya umumnya dimintai uang mulai dari Rp 3.000.000 hingga Rp 4.000.000. Ada juga yang sampai mengeluarkan uang pelicin hingga Rp 5.000.000. Korban memberikan uangnya secara bertahap. Mulai bulan Agustus hingga September tahun ini.

Tersangka mengaku, dalam aksinya hanya bekerja sendirian. Meski begitu penyidik masih kurang percaya dengan pengakuan tersebut. Mengingat sepak terjangnya cukup lihai dalam menipu korban-korbannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>