Para CPNS Gelar Sujud Massal Setelah Dinyatakan Lulus Diklat Prajabatan

Tanpa menghiraukan sengatan terik matahari, para calon pegawai negeri sipil (CPNS) peserta pendidikan dan latihan (diklat) pra-jabatan (prajab) golongan I dan II eks pegawai honorer Pemkab Wonogiri, Rabu (16/3), menggelar aksi sujud syukur massal di halaman Kantor Bupati Wonogiri.

Aksi sujud massal ini, dilakukan setelah mereka dinyatakan lulus 100 persen dari diklat prajab angkatan I dan II. Jumlah peserta prajab angkatan I dan II sebanyak 80 orang. Mereka sebelumnya, mengikuti diklat prajab yang digelar melalui kemitraan dari Badan Diklat Provinsi Jateng dengan Pemkab Wonogiri.

“Seluruh peserta dinyatakan lulus,” lapor Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri Rumanti Premanandiyah SH MM, yang disambut tepuk riuh hadirin.

Untuk angkatan I, tambah Rumanti, ada sepuluh peserta lulus dengan kategori baik sekali, dan 30 lainnya lulus dengan predikat baik. Kemudian angkatan II, sebanyak 17 orang lulus baik sekali dan 23 lulus dengan kategori baik. Dari lulusan angkatan I, ada lima peserta yang masuk dalam rangking atas.

Yakni, Wuri Maulana dari SMKN 1, Suroto Juwono (Dinas Pertanian), Sutiyarno (SMAN Wuryantoro), Heri Setyawan (Dishubkominfo) dan Dwi Agustina (SMPN Ngadirojo). Untuk lima besar angkatan II terdiri atas Sumiyati (SMPN 2 Girimarto), Luh Ikan Palupi dan Gunawan keduanya dari RSUD, Bambang Wahyu Triwibowo (Dinkes) dan Purwanto (SMPN Bulukerto).

Wakil Bupati Wonogiri, Yuli Handoko, mengharapkan, setelah kembali bekerja di satuan kerjanya masing-masing, para CPNS lulusan prajab ini hedaknya mampu melaksanakan tugasnya sebagai staf, untuk mendukung kinerja pimpinannya. Aksi sujud syukur secara massal, dilakukan setelah upacara penutupan prajab selesai.

Abdullah Said (41), mengaku telah menjadi honorer di SMP Negeri 1 Girimarto sejak tahun 2003. Abdullah tampil memimpin sujud syukur. “Ini sebagai wujud rasa terima kasih kami kepada Allah,” ujarnya.

Sebab, tambah Abdullah, banyak rekan rekannya yang telah memiliki masa bakti sebagai honorer sampai 11 tahun, sebelumnya sempat pesimistis untuk dapat diangkat menjadi CPNS. Tapi, tambah Abdullah, berkat perjuangan Pak Begug (Bupati Wonogiri lama, maksudnya), para pegawai honorer yang nyaris putus asa ini, ternyata dapat diangkat menjadi CPNS.

Menyadari perjalanan nasibnya ini, banyak para CPNS eks honorer yang kemudian haru menteskan air mata dan menangis, saat berangkul-rangkulan sesama rekan senasibnya. Sebagaimana dilakukan Luh Ika Palupi (37) misalnya. Lulusan D3 Perpajakan yang telah dikaruniai dua anak ini, sejak 2004 menjalani wiyata bakti sebagai pegawai honorer daerah (Honda) di RSUD Wonogiri. “Baru tahun 2011 ini, saya dapat diangkat menjadi CPNS,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>