Pertama Kalinya, Unair Beri Beasiswa untuk Mahasiswa Miskin
Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memberi subsidi kepada 41 mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin melalui ‘Program Beasiswa Bagi Mahasiswa Berprestasi Khusus’.
"Beasiswa kami berikan selama empat tahun berupa pembebasan biaya pendaftaran, SPP, dan bantuan biaya hidup sebesar Rp400 ribu per bulan," kata Direktur Kemahasiswaan Unair Prof Dr drh Imam Mustofa M.Kes di Surabaya, Senin (17/8).
Di sela-sela pembukaan Lustrum XI dan Dies Natalis ke-55 Unair yang dipimpin Rektor Unair Prof Dr H Fasich Apt itu, ia mengatakan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin itu merupakan yang pertama kalinya diberikan oleh Unair.
"Kalau beasiswa serupa dari Ditjen Dikti Depdiknas kami sudah menerimanya sejak 2007, yakni untuk sepuluh mahasiswa pada tahun 2007, 15 mahasiswa pada tahun 2008, dan 21 mahasiswa pada tahun ini," katanya.
Namun, katanya, beasiswa dari Ditjen itu hanya memberikan biaya hidup Rp2,5 juta per tahun atau hanya Rp208,3 ribu per bulan.
"Jadi, tahun ini ada 62 mahasiswa miskin yang mendapatkan subsidi selama empat tahun, yakni 41 mahasiswa yang disubsidi Unair dan 21 mahasiswa yang disubsidi Ditjen Dikti," katanya.
Lebih Kerja
Menurutnya, Unair sebenarnya menyediakan kuota beasiswa mahasiswa berprestasi yang miskin sebanyak 100 orang. Namun, hasil seleksi yang dilakukan oleh BEM Unair hanya meloloskan 41 orang.
"Mereka merupakan mahasiswa yang menduduki peringkat 1 hingga 5 di sekolahnya, kemudian rekan-rekan BEM menjemput 100 calon mahasiswa untuk dilatih di Asrama Haji Surabaya dengan biaya pembinaan Rp500 ribu per orang," katanya.
Hasilnya, kata dia, hanya 23 calon mahasiswa yang lolos. Kemudian, BEM Unair pun mencari lagi hingga akhirnya mencapai 41 orang.
"Mereka akan kami beri biaya hidup Rp400 ribu per bulan lewat ATM," katanya.
Ia menilai hasil seleksi untuk beasiswa mahasiswa dari keluarga miskin yang pertama diadakan Unair ini membuktikan tidak semua pelajar miskin mau melanjutkan studi ke perguruan tinggi, karena mereka lebih memilih bekerja.
"Karena itu kami sangat menghargai 41 mahasiswa miskin yang memiliki semangat tinggi untuk belajar. Unair sendiri akan membuka peluang bagi mahasiswa seperti itu, bahkan kami juga sering membantu sekitar 20 persen mahasiswa yang terancam gagal di tengah jalan akibat orang tua meninggal dunia atau terkena PHK," katanya.
Selain itu, tambahnya, mahasiswa lainnya juga masih berpeluang mendapatkan beasiswa dari alumni, perusahaan, dan lembaga lainnya. "Jadi, pendidikan mahal itu tidak benar, karena kesempatan bagi mereka yang tak mampu itu tetap terbuka," katanya.
Sumber: Kompas







