Guru Honorer Didata Ulang
Guru honorer, yakni guru dan tenaga kependidikan yang diangkat dan gajinya dibayar oleh sekolah, mulai 2010 akan didata ulang sebagai persiapan pengangkatan. Saat ini jumlah guru honorer di sekolah negeri adalah sekitar 250.000 orang.
Ketua Umum Forum Tenaga Honorer Sekolah Negeri Indonesia (FTHSNI) Ani Agustina, Senin (27/7), mengatakan, FTHSNI telah melakukan pertemuan dengan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, awal Juli lalu. Dari pembicaraan itu, ada peluang untuk mengangkat guru honorer di sekolah negeri menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), tetapi perlu peraturan pemerintah yang baru.
Selain itu, diperoleh informasi, perlu pendataan ulang guru honorer sekolah dan pendataan akan dilakukan mulai 2010. ”Buat kami, tidak masalah ada pendataan ulang lagi. Namun, yang diperlukan sekarang, payung hukum soal adanya jaminan pengangkatan,” ujar Ani.
Dalam pertemuan FTHSNI di Magelang, Jawa Tengah, akhir pekan lalu, perwakilan dari 250.000 guru dan tenaga administrasi honorer di sekolah negeri di seluruh Indonesia mendesak supaya pemerintah tidak lagi mengulur-ulur rencana pengangkatan guru honorer. Hal itu karena kesejahteraan guru honorer sekolah sangat memprihatinkan, ada yang gajinya hanya Rp 50.000 per bulan.
Belum Ada Kepastian
Ani Agustina mengatakan, hingga kini belum ada kepastian waktu guru honorer sekolah diangkat sebagai CPNS dan PNS.
”Padahal guru honorer sekolah tidak sembarangan diangkat sekolah, mereka itu diseleksi dan sekolah melaporkannya ke dinas pendidikan setempat. Adanya guru honorer itu karena terjadi kekurangan guru di sejumlah sekolah,” ujarnya.
Yang terjadi saat ini di beberapa tempat, justru jam mengajar guru honorer dikurangi agar guru tetap berstatus PNS bisa mengajar 24 jam per minggu. Mengajar 24 jam per minggu ini penting sebagai syarat mendapatkan sertifikasi.
Ketua Forum Guru Honorer Indonesia, sekaligus Ketua Serikat Guru Jakarta, Supriyono mengatakan, selama ini guru honorer menerima honor dari pihak sekolah.
”Saat ada iuran sekolah, dana masyarakat sebagian besar untuk tambahan kesejahteraan guru, termasuk membayar guru honorer. Sekarang, dengan adanya biaya operasional pendidikan (BOS) dan larangan iuran, kendala terutama adalah pembayaran tidak rutin dan tidak tepat waktu,” ujarnya.
Pencairan BOS yang kerap tidak tepat waktu menyebabkan guru-guru honorer terkadang telat menerima honor mereka. Tidak seperti guru berstatus PNS yang menerima gaji bulanan, pendapatan para guru honorer tersebut sangat bergantung pada dana dari sekolah.
Seperti dikatakan Eni, guru honorer di sebuah SDN di Cakung, Jakarta Timur, jumlah honor mengajarnya 24 jam per minggu sebesar Rp 830.000 per bulan. Namun, pembayaran honor tersebut sering terlambat. (INE/ELN)
Sumber : KOMPAS








PENGURUS FTHSNI DI CIREBON RUSUH.SANGAT TIDAK PROFESIONAL.TIDAK MAU MENDENGARKAN SARAN&KRITIK DARI PARA ANGGOTANYA.TIDAK SUKA DIKRITIK, ORANG YANG MENGKRITIK LANGSUNG DICORET NAMANYA.
saya dukung penuh perjuangan ini, namun ingat masih banyak data-data fiktif yg benar2 harus di tinjau ulang palagi di kota bandung semrawut acak2an te pruguh. hidup guru honor
memang semuanya semrawut dan sengaja dibuat semrawut karna di negara kita banyak pemimpin-pemimpin kita semrawut. contohnya kepala dinas pendidikan depok dari DLLAJR apakah ini tidak semrawut. apakah di kota depok tidak ada lagi lulusan IKIP atau kependidikan. tentunya ini tampak janggal, dan didalam kejanggalan tentunya ada permainan, bahkan pengangkatan PNS Guru di kota Depok juga asal-asalan yang penting ada setoran, begitulah kisah mafia CPNS kota depok, bahkan dana bantuan untuk pendidikanpun masih di embat untuk kepentingan pribadi atau kelompok pejabat
saya mendukung dengan adanya perjuangan pengangkatan tenaga honor guru menjadi pns
Aku mendukung dan tunggu perjuangan selanjutnya. sama siapa lagi hidup bisa berubah kalo tidak sama dirinya sendiri… punten sekertariat FTHSNI Kota Bandung Di daerah mana ? No tlpnya …?
kalo nggak nyogok mana mungkin bisa jadi pegawai negri makanya cari dulu yang bakal di bayar guru honor mah dibohongin melulu ,tunjangan aja masih ada yang berani motong dengan berbagai alasan
Aku guru honorer di smpn satu atap trenggalek sudah 2 th blm terima gaji.Bener2 umar bakri ya…