Sebanyak 107 tenaga honorer Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba, Sulsel, hilang dari database Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
Akibatnya, mereka terancam tidak terangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada pengangkatan CPNS 2009.
Menyikapi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, Kamis (2/7), membentuk panitia khusus (Pansus) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk posko pengaduan para CPNS yang hilang dari database BKN.
Wakil Ketua Pansus DPRD Bulukumba, Abdul Kahar mengatakan, posko pemgaduan yang dibentuk itu untuk mengakomodir keluhan tenaga honorer, yang namanya hilang dari database BKN.
"Diminta semua tenaga honorer yang pernah masuk database BKN, tapi belum terangkat menjadi PNS atau yang merasa datanya hilang dari BKN, agar bisa mengadu ke posko pengaduan yang telah kita bentuk," ujarnya.
Meski Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Bulukumba telah mengusulkan ke BKN sebagai data klarifikasi, namun hingga kini nasib mereka belum jelas.
Abdul Kahar menegaskan, akan melakukan pengkajian secara mendalam untuk mengungkap hilangnya data tenaga honorer dari database.
Secara terpisah, Ketua Pansus DPRD Bulukumba, Andi Muhtiar, yang juga Ketua Komisi II mengharapkan sikap tegas Bupati Bulukumba untuk memecat kepala desa yang terangkat menjadi PNS melalui jalur tenaga honorer.
"Pansus akan melakukan rapat dengar pendapat dengan pihak BKDD dalam waktu dekat. jika nantinya nasib 107 tenaga honorer tetap tidak mendapat kejelasan, terpaksa persoalan ini akan dibawa ke ranah hukum," tegas Muhtiar.
By: Kompas
Filed under: Berita CPNS , bkn, Bulukumba, cpns, Database, Hilang, kabupaten, pemerintah, tenaga honorer










betul, harus diusut. saya adalah salah satu korban
saya juga salah satu korban juga, pada data base pertama nama saya terdaftar akan tetapi yang terakhir hilang alias tidak terdaftar lagi.
saya juga salah satu tenga honorer yang hilang dari daftar data base yang ke 2. mohon kepada pemerintan untuk honorer yang memenuhi pesyaratan untuk di angkat sesuai pp 48 thn 2005 tapi tak masuk data data base karena hilang untuk itu segera di usulkan.
saya juga salah satu honorer yang hilang dari data base ke 2. benar hrus di usut sampai tuntas.
Ini Di sebabkan Oleh Hartatiah Kepala BKD yang Korupsi