LOS ANGELES — Overdosis obat dicurigai menjadi penyebab kematian Michael Jackson pada usia 50 tahun. Laporan Life & Style, yang dikutip situs kansascity, mengatakan Jacko mengonsumsi hingga sembilan resep obat dalam sebulan sebelum kematiannya.
Kepada CNN, pengacara keluarga Jackson menyatakan khawatir obat-obatan mungkin yang menewaskan Michael. Sang megabintang mengonsumsi obat penawar rasa sakit, termasuk obat antikegelisahan Xanax, Zoloft, dan Demerol dalam beberapa bulan terakhir. Demikian dikatakan sebuah sumber kepada Life & Style.
Orang dalam yang dekat dengan Michael mengatakan Michael mengonsumsi obat secara overdosis pada Kamis pagi, yang menyebabkan masalah pada pernafasan dan serangan jantung.
Pengacara keluarga Micahel, Brian Oxman, mengatakan Michael mungkin bermasalah dengan obat-obatan resep. Ia memang mengonsumsi ini untuk mempersiapkan diri bagi konser di London.
”Ini sesuatu yang saya takutkan dan sesuatu yang saya peringatkan,” kata Oxman di CNN. ”Saya sudah memperingatkan hal ini. Jika ada asap, pasti ada api.”
Sementara itu, Hollyscoop melaporkan Michael dikunjungi dokter setiap hari dalam beberapa waktu terakhir. Michael mendapatkan serangan jantung Kamis siang dan dilarikan ke Pusat Kesehatan UCLA sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Dokter pribadinya bersamanya saat itu dan menemaninya saat dilarikan ke rumah sakit.
Sekitar pukul 13.14, dokter dan petugas UGD di UCLA melakukan CPR dan berupaya menyadarkannya, namun gagal. Michael dinyatakan tewas pada pukul 14.26.
Penyebab kematiannya belum diketahui. Otopsi direncanakan dilakukan pada Jumat sore. Jenazah Michael dipindahkan dari UCLA ke kantor koroner dengan menggunakan helikopter dari kantor Sheriff Los Angeles sekitar pukul 18.00. -arp/ahi
by: Republika
Filed under: Berita Populer , Jackson, Micheal, Overdosis









