The Smiling Bomber, Ada Apa Dengan Jenazah Amrozi dan Mukhlas??

Tiada kata yang terucap melainkan kalimat takbir, Allahu Akbar, atas kondisi jenasah ketiga syuhada Bali. Betapa tidak, ketiga syuhada tersebut sangat jelas menampakkan tanda-tanda sebagai syahid seperti yang biasa ditemui di kancah peperangan, meski mereka ‘tidak sedang berperang’ melawan musuh Islam.


Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Kantor Berita Islam Muslimdaily.net mendapat ijin dari pihak keluarga, yang diwakili oleh Bp. Ali Fauzi, untuk mempublikasikan photo dua mujahid Bali yakni Amrozi dan Ust. Mukhlas. Bp Ali Fauzi berpesan agar photo ini disebarluaskan untuk memberikan bukti nyata atas misteri dan polemik yang terjadi ke atas Mujahid Bali, terutama Syuhada Tenggulun, terkait status mereka, apakah mati syahid atau tidak. Disamping itu memberikan hikmah nyata kepada seluruh kaum Muslimin bahwa perjuangan Islam yang mereka lakukan benar-benar ikhlas untuk tingginya kalimat Allah, dan bukan sekedar untuk aksi pamer.

Sebagaimana syuhada yang gugur dalam medan jihad, photo kedua syuhada Tenggulun terlihat tersenyum dengan barisan gigi yang terlihat rapi. Apalagi yang terjadi dengan Amrozi. Senyuman khas “The Smiling Bomber” yang seiring dengan kedua mata yang terbuka, terlihat seakan-akan bertemu dengan sesuatu yang membuat kagum. Mungkin sepasang bidadari yang menyambut ramah.

Kondisi tak jauh berbeda terjadi dengan jenasah Ust. Mukhlas. Ulama yang jago berorasi ini memperlihatkan senyuman dengan mata yang juga terbuka. Wajah bersih pun menjadi pertanda yang lain. Wajah bersih yang juga dimiliki oleh sang “Mujahid Hacker,” Imam Samudera alias Abdul Azis. Imam memperlihatkan wajah tampan dan bersih, persis dengan kondisi Ust. Mukhlas.

Disamping analisis photo ketiga Mujahid Bali tersebut, keterangan dari lapangan makin memperkuat bukti bahwa ketiga pelaku aksi jihad tersebut adalah para Mujahidin, mereka telah memiliki niat yang tulus dan menemui kematian sebagai seorang syuhada. Berikut adalah bukti dan persaksian dari lapangan.

  1. Salah satu pelayat yang kebetulan ikut hadir di kediaman Hj. Tariyem adalah Ust. Abdul Rachim Ba’asyir. Menyaksikan bahwa ketika keranda jenasah masuk dan kain penutup keranda dibuka, sontak tercium bau wangi yang menyebar ke seluruh ruangan. Kejadian ini sempat membuat keheranan para pelayat, karena didalam ruangan yang sempit tersebut udara sangat pengap dan pengunjung berjubel dalam satu ruangan. Bila merupakan wangi dari minyak wangi, tak akan mampu mengalahkan bau badan para pengunjung dan tidak akan dapat memberikan aroma dengan kadar wangi yang sama.” Allahu Akbar. Itu bukan bau minyak wangi. Bukan. Tapi bau wangi dari asy syahid,” kata beliau.
  2. Selain itu, masih menurut Ust, Abdul Rachim, ketika kain penutup wajah dari Ust. Mukhlas di buka, terlihat jelas bulir-bulir keringat menempel di bagian muka. Kondisi yang sama yang terjadi dengan mereka yang masih hidup dan dalam kondisi kegerahan. Seakan Ust. Mukhlas merasakan kegerahan yang sama yang dengan kegerahan yang dialami oleh para pelayat beliau.
  3. Sebagaimana dilansir oleh beberapa media nasional, seperti detik.com, nampak jelas terlihat fenomena datangnya tiga burung hitam di atas kediaman syuhada. Ketiga burung ini jelas bukan burung Gagak seperti yang banyak diberitakan di media, karena memiliki leher yang panjang. Mereka datang begitu saja berputar-putar selama kurang lebih tujuh menit, dan kemudian pergi berpencar. Dua burung hitam terbang ke arah Timur, mereka merepresentasikan diterimanya amalan jihad Ust Mukhlas dan Amrozi, dan satu burung hitam terbang ke Barat, sebagai pertanda syahid atas diri ‘Mujahid Hacker’ Imam Samudera. Fenomena datangnya burung hitam ini sempat membuat suasana haru dengan teriakan takbir para pelayat.
  4. Seperti penuturan adik kandung Imam Samudera, Lulu Jamaludin, kakaknya menampakkan keanehan ketika akan dimasukkan dalam liang lahat. Bau wangi juga tercium dari jenasah Imam. Selain itu luka bekas tembakan peluru tajam terus menerus mengalirkan darah segar. Aliran darah ini keluar seperti yang terjadi dengan seseorang yang masih hidup ketika terluka. Masih menurut Lulu juga, wajah kakaknya lebih bersih dan tampan dari biasanya.
  5. Kabar terakhir baru saja diterima oleh salah satu kru muslimdaily.net. Beberapa hari yang lalu, tepatnya tiga hari setelah pemakaman Amrozi dan Ust. Mukhlas, keluarga Hj. Tariyem meminta beberapa orang untuk menjaga makam. Hal ini dilakukan untuk menghindari dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa diantara mereka yang ikut jaga adalah Sumarno, Baror, Rosyidin, Mashudi dan beberapa santri pondok Al Islam Tenggulun Lamongan. Mereka mengatakan mencium bau wangi keluar dari dalam kubur (makam). Bau wangi yang sama saat mereka pertama kali membuka kain penutup jenasah syuhada. Namun, bau wangi ini bukan seperti bau dari minyak wangi yang biasa mereka pakai atau dipakai oleh orang kebanyakan.

Jelas sudah keterangan yang diberikan Allah s.w.t. lewat kebesaran-Nya. Meski banyak pihak yang membantah, memberikan suara sumbang, dan menggalang opini massa untuk memojokkan status para Mujahid Bali, serta membuat makar melalui kaki tangan aparat pemerintah, namun Allah berkehendak lain. Dan siapakah sebaik-baik pembuat makar ? (far/MD)

Sumber: http://www.muslimdaily.net/2231/Misteri-Tanda-Syahid-Amrozi-Cs-Terkuak.html

39 Responses to The Smiling Bomber, Ada Apa Dengan Jenazah Amrozi dan Mukhlas??

  1. pasukan anti teror says:

    mereka itu pembunuh, kenapa kok di sanjung2 seh mas?

  2. Fahmi says:

    Assalamu’alaykum

    Ana ikut mengkopi tulisan ini yah..
    Ada baiknya Syubhat Umat terhapus dengan kabar kesyahidan
    As Syahid Imam Samudra, As Syahid Amrozi, As Syahid Ali Ghufron..

    Wassalamu’alaykum

  3. Assa says:

    Asslm..subhanaLLah Allh menunjukkan kuasaNya..bnyk kaum muslimin yg lebih percaya permainan politik daripada saudaranya..
    Seperti hadis:bahwa semua kaum muslimin bersaudara

  4. Irfan says:

    Assalumu’alaikum.
    Alhamdulillah. InsyaALLOH syahid.
    Kuasa ALLOH, bahwa mereka mujahid, bukan teroris seperti yang di gembar gemborkan oleh media2 dalam negeri (yang hampir semuanya merupakan milik kapitalis).
    Justru Zionis Israel, Amerika, Inggris dan Australia yang teroris.
    Marilah kita berjihad untuk menyadarkan para pemimpin bangsa yang pada kebablasan dan generasi yang telah sesat!
    Bangsa kita udah salah besar, telah melupakan para mujahid terdahulu. So, kita sekarang bisa melihat akibatnya.
    Hayal bil Jihad..
    Assalumu’alaikum.

  5. Ahmad says:

    Allahuakbar mari bergabung dg kafilah syuhada

  6. dull says:

    kalo orang suni dan syiah saling bom di irak dan afganistan atau hamas dan hisbullah di palestine, mana yg syuhada? apa dua2nya?
    kenapa gampang sekali umat kita diadu domba?

  7. wanita says:

    Hanya kata-kata SUBHANALLAH DAN MASYAALLAH yang bisa terucap……..

  8. AZZACHRA says:

    asalamualikum…ketika bayi2 tanpa kepala menangis,ketika para wanita diperkosa, ketika anak2 tanpa telinga remuk redam di irak,palestine,afgan,bosnia…dunia seolah2 pura2 bloon n adem2 aja, tapi ketika Al-syahid trio bom bali melakukan aksinya terhadap militer As yang sedang berlibur dibali(mereka bukan rakyat sipil coooy) rame2 kita vonis mereka teroris….makanya banyak membaca dengan mata hati.

  9. Anonymous says:

    dosa tetap dosa……

  10. Anonymous says:

    jangan panatik berlebihan, sehingga merasa paling benar sendiri, setiap agama tidak menghalalkan membunuh/mengeboom orang-orang yang berlibur di daerah yang damai….kalau ingin menjadi mujahid perang lawan israel..amerika..dll secara terang terangan…jangan hanya mengeboom itu sama saja merugikan bangsa sendiri………buka pikiranmu…..

  11. Anonymous says:

    gara2 teroris itu, banyak juga anak-anak yg menjadi yatim piatu, ibu2 menjada, orang-orang kehilangan pekerjaan….yang rugi itu orang pribumi sendiri yang tidak tau apa2…sensitiflah sedikit coba posisimu dimereka hatimu gimana yang kau rasakan itu apa???seandainya orang terdekatmu kena bom lalu cacat atau mati perasaanmu gmn chooy???????????pikir pake otak, hati, perasaan…..kalau koe normal dan berpikir secara rasional serta logikamu main buatlah bom cinta………..ok

  12. bomber with love says:

    jangan menganggap yang salah itu benar, dan yang benar itu salah choooy….itu sama saja kakimu dikepala dan kepalamu dikakai ya nggak…alias otakmu tidak berfungsi secara baik dan benar alias bloon…alias sotoy makan soto aja brooo atau makan bakso bom itu kan ennak ya nggak ajiiip daripada ngeboom dosa tau…ingat semua agama mengajarkan kebaikan tidak ada satu agamapun yang mengharapkan saling menyakiti jikalaupun ada itupun dinegeri jauh disana, so saiki mari kita urusi urusan dalam negeri aja merdekaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  13. blekekok says:

    mari kita lenyapkan troris…….karena itu noda bagi bangsa kita……….hanya merusak nama baik bangsa indonesia saja yang merusak kredibilitas bangsa indonesia hukum aja sesuai dengan UU yg berlaku itu aja kok repot…….yang bersalah harus dihukum “kata bung karno”

  14. Kocak Humor says:

    Mari kita HANCURKan muka teroris Arab bin TOLOL itu sampai ke akar-akarnya. Dengan jihad & perang salib, mari kita TERUSKAN untuk berjihadi MELENYAPKAN muka Teroris KAFIR Arab itu sampai ke Akar-Akarnya, sehingga kita mendapatkan PAHALA yg besar dari Tuhan Yesus, Tuhan Brahma, Tuhan Aulloh, Tuhan JHVH, Tuhan Quan Inn, MARI kita BERJIHAD di JALAN Aulloh SWT utk MELENYAPKAN para Muka TERORIS Kafir Arab Tolol itu , sehingga kita menjadi Pahlawan di Muka Tuhan. Amin ya robal a la min.

  15. asri bahari says:

    itu bener…, biasanya orang-orang yang mati syahid punya keutamaan demikian. coba lihat di Kitab Hadis (Bagi Orang islam) Riyadus Sholihin (Taman-Taman Orang Soleh) dan Buku yang Berjudul ROH / dunia Tuh, karya Ibnul Qoyyim Al-Jauzi. moga2 kita semua bisa jadi Mujahid tanpa harus dengan kekerasan. marilah kita ber zihad dengan harta kita saja dulu, kalau gak punya minimal mau senyum, Salam, Sapa dan saling Santun terhadap semua orang. biarlah Allah yang menilai baik atau tidak Keislaman kita, mari kita juga hilangkan penyakit 3 M (Malas, Manja, Munafiq) krena klo penyakit 3 M itu ada pada diri kita, jangan harap jadi mujahid. selamat melawan 3 M. Allahu Akbar…!

  16. gedebug says:

    amerika teroris, israel teroris kenapa????????? karena mereka menindas bangsa lain dan menghancurkan tatanan kehidupan bangsa lain. sikap anda yang menghunjat the smiling bomber!!!!!!!!!!! Mereka sudah wafat mari sama-sama kita do’akan semoga amal ibadahnya diterima, kalau kita mengaku sebagai manusia yang bermartabat.

  17. angel says:

    apakah tidak berlebihan? urusan dosa dan pahala itu urusan individu dgn Robb-Nya. Apakah the trio smiling bomber adalah mujahhid ? Wallahualam.

  18. rudi says:

    a luweh, yang penting merdeka!!! bisa makan enak, pingin apa2 kesampaian, nggak banyak hutang, ada yang dikerjakan, ada yang menantikan, surga neraka urusan Tuhan……

  19. joe says:

    yang sudah berlalu biarlah berlalu

  20. parakomando says:

    “Syahid Atau Tidak”, hanya Allah yang tau, sebagaimana Rasulullah sang kekasih Allah saja tidak tau kapan datangnya Hari Akhir……

  21. ambar says:

    sekarang pertanyaan saya cuma satu,
    Bagaimana seandainya yang mati kena bom itu adalah saudara-saudara kaum islam itu sendiri, ayahnya , anaknya, ipar nya, atau istri, suaminya???? apakah mereka ini berani bilang bahwa kelakuan si amrozi ini masih dibilang jihad? coba jawab sendiri , ini anda-anda dapat membela si amrozi yang anda katakan jihad, karena penderitaan yang dialami korban tidak anda alami, jadi pikirlah sebelumnya, jangan membela seorang pembunuh….

  22. yeni says:

    saya merinding mendengarnya cerita kematian yang indah.saya hanya bisa berucap subhanallah…Allahuakbar

  23. Acan Samudera Laden says:

    Ya Allah, jadikanlah kami mengikuti jejak para pemimpin kami Imam Samudera, Mukhlas dan Amrozi , dan masukkanlah kami dalam kelompok para syuhada .. Ya Allah, kabulkanlah permohonan kami .. Amin …

  24. ummu faisal says:

    Allahlah Yang Maha Tahu…. “the smiling bomber” itu menjadi seorang syuhada atau tdak, tapi yang jelas, Amerika dan Israel Laknatullah lah yang pantas disebut teroris, mereka meneror seluruh bagian dari dunia ini, meneror dunia dari semua sisi… semoga kita semua disadarkan akan hal itu..

  25. ervin says:

    Subhanallah Allah maha mengetahui segala sesuatu

    Dan hanya Allah yang pantas menentukan kemana hambanya akan berpulang…
    kenegeri kenikmatan (surga)
    atau ke dalam panas api membara (neraka)
    hanya Allah yang tau

  26. nosa says:

    Ya Allah,

    Engkau maha terpuji
    tidak ada satu makhluk pun yang bisa
    mendustaimu

    k tempat Mu lah kita semua berpulang,

    mudah-mudahan kita dapat mengikuti jejak sang Syuhada

  27. Jonap says:

    tetap saja intinya, melukai dan membunuh orang yg sama sekali tidak menindas kita itu sama aja dosa.

    sudah jelas seperti yg dikatakan abu bakar ba’asyir :
    “bali itu bukan tempat konflik, tidak pernah ada perang disana. kalau mau ledakin bom itu seharusnya di Afghanistan, Irak, dsb. itu baru namanya syahid karena membela kaum muslim disana”

    masih belum jelas juga?

  28. Totasya says:

    Ya Allah…

    Ampuni dosa ketiga hambamu itu…
    Terimalah semua amalan semasa hidupnya…
    Berikan tempatMu yang terbaik untuk mereka…

    Amin

  29. paksiwiy says:

    to kocak humor :
    ocehanmu menebar teror juga.

  30. abbad says:

    allahu akbar…………….america,australia are the real terrorists. bagi yang mencemooh ataupun menghina para mujahidin, kalau dia mu’min, semoga Allah memberi anda petunjuk. dan bila dia kafir+munafik semoga teror menghantui anda. Huh..dasar kafir tempatmu hanya pantas dineraka. orang-orang kafir takkan tidur nyenyak.. Mudah-mudahan akan lahir amrozy baru yang menegakkan dan menjunjung tinggi kalimatullah.

  31. xxxx says:

    saya mau jawab pertanyaan “ambar” dan balik bertanya , muslim mana yang mau berkunjung ke padi’s club. Coba ambar tanya ke korban bom bali I apakah mereka masih mengobali luka bakar mereke yang sampai saat ini masih melepuh? Itu akibat Bom nuklir coi… amrozi tdak punya yang begituan…

  32. cathy says:

    di mana-mana pembunuh ya tetap pembunuh, jangan terlalu melebih2kan lho mas! aq jg org muslim kok, yg aq tau muslim mengajarkan kedamaian bukan kebrutalan seperti itu .silahkan anda bela pembunuh saudara kita itu niscaya anda akan merasakan akibatnya. semua agma mengajarkan kebaikan bukan kelaknatan seperti itu, bukan hak kita untuk menghakimi sesama manusia tetapi hanya tuhan yg tau, kita jg su’udzon lah mas………ngerti ra soon……….

  33. anton says:

    Tapi bom bali I kan bukan amrozi cs yang ngelakuin.
    mikir pake otak jangan pake dengkul mbak…
    Yang meledak itu kan Bom semi nuklir…
    mendingan Merangin JW Bush dari pada amrozi…
    wah… Anda sudah di adu Kambing nih…

  34. anton says:

    tapi yang ngebom pada kasus bali I kan bukan amrozi cs….
    itu bom semi nuklir loh mbak…
    amrozi cs ga punya bom kayak gitu…
    plis deh..
    yang ngebomnya jw. bush kok amrozi cs yang d eksekusi.
    peace y mbak…, damai, kita sudah d adu domba nih…

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…

  35. piss says:

    saudaraku..jangan terprovokasi.mari kita ciptakan damai dimana kita berdiri.damai saudaraku..junjunglah negeri ini…jangan mau diadu domba ya…bikin panas hati…nanti nasi gosong lho..pisss

  36. laknat says:

    sebenarnya yg menghujat ketiga syuhada itu justru orang yang bodoh..!! yg sdh terkontaminasi dgn pemikiran duniawi dan liberal amerika-israel…alias dajjal.. sungguh minim sekali pemahaman nya ttg islam

  37. Me Vs laknat says:

    Wah wong kamu aja ndak tahu islam ngaku-ngaku orang pinter. he he.pembunuh tetap pembunuh.

  38. ADHIE says:

    WAWANCARA IMAM SAMUDRA
    TEMPO Jum’at, 10 September 2004 | 20:24 WIB

    Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”

    Di Penjara Kerobokan, Denpasar, Bali, sebuah sosok bernama Imam Samudra menjemput kematian seperti sebuah anugerah. Lelaki berusia 33 tahun itu berkata, ”Allah telah mencabut semua keraguan dan ketakutan dari hati saya.” Kecuali tubuhnya yang kian ramping, janggutnya yang panjang, kulitnya yang semakin bersih, dan sorot matanya yang dingin, tak ada yang berubah dari Imam Samudra sejak dia tertangkap beberapa bulan silam.

    Di penjara yang jaraknya sekitar seribu kilometer dari kampung halamannya, Serang, Jawa Barat, itu dia mengaku rajin menulis surat untuk sang istri dan empat anaknya. ”Saya membuat sejumlah wasiat untuk mereka.”
    Dengan ganjaran hukuman mati dari majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Imam Samudra, yang dianggap sebagai arsitek aksi bom Bali, kini menghitung hari sembari menulis sebuah buku memoar.

    Tampaknya, Imam Samudra alias Abdul Aziz siap menerima risiko dari jalan kekerasan yang dipilihnya. ”Ini hukum penguasa kafir, harus terus dilawan,” ujarnya dingin. Dia bahkan menyebut vonis mati atas dirinya justru sia-sia. Perjuangan kelompoknya, kata dia, akan terus maju. ”Ini cuma setitik debu bagi para mujahid yang sedang berjuang di luar,” ujarnya. Lalu kapan aksi mereka akan berakhir? Berikut ini petikan wawancara TEMPO dengan bekas mahasiswa kimia di Institut Teknologi Malaya itu.

    Mengapa Anda memilih jalan perjuangan seperti sekarang ini?

    Awalnya saya membaca buku Allah Turun di Afganistan. Isinya tentang para syuhada di Afganistan. Ada yang digilas tank, tapi tak mati, mungkin karena memang belum waktunya. Ada juga kisah dari makam para syuhada, setiap Senin dan Kamis, terdengar orang bertakbir. Atau soal pasukan mujahidin yang terkurung di satu bukit, tanpa makanan sama sekali. Tiba-tiba, ada helikopter yang menerjunkan makanan bagi tentara Rusia, yang juga terkurung di bagian bukit yang lain. Tapi, dengan takdir Allah, justru makanan itu jatuh di tempat mujahidin.

    Kisah seperti itu yang membuat saya tertarik. Banyak riwayat, tentunya yang shahih, fadhilah, atau keutamaan para syuhada. Dikatakan, begitu darah pertama tertumpah ke bumi, segala dosanya diampunkan. Belum lagi jasadnya jatuh, sudah disambut oleh bidadari, yang wanginya itu melebihi dunia dengan segala isinya. Sesaat sebelum dia terluka, telah ditentukan tempatnya di surga. Makanya, dengan keyakinan itu, orang saya itu tak pernah mundur.

    Kapan Anda membaca buku itu?

    Saya membaca buku itu sewaktu duduk di kelas 2 SMP. Saya dapat dari sepupu saya, yang juga syahid di Afganistan. Namanya Ahmad Sobari. Saya pun tertarik untuk ke Afganistan. Doa saya terkabul. Saya ke Afganistan pada 1990.

    Apa yang Anda dapatkan di sana?

    Fikrah. Di sana, saya mendapat banyak perubahan cara berpikir. Dulu, saya sangat senang dengan ajaran Syiah, Mu’tazilah, dan lain-lain yang menggunakan logika sebagai dasar. Dulu, sekalipun hadis itu sahih, jika bertentangan dengan logika, akan saya tolak.

    Itu sebelum ke Afganistan?

    Ya, sebelum ke Afganistan. Saya bahkan masih mengagumi Amien Rais (mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah—Red.) dan lain sebagainya itu. Setelah saya mengerti, itu semua saya masukkan ke tong sampah sekarang.

    Pengalaman apa yang paling membekas?

    Saya bertemu dengan orang yang paling dibenci oleh Amerika Serikat, seperti Syekh Abdurrasul Sayyaf (salah satu panglima mujahidin di Afganistan). Walau paling dibenci Amerika, dia adalah orang nomor wahid di Afganistan. Saya terkesima, tapi bukan tersihir. Saya banyak mendapat kebenaran dari dia. Selain itu, banyak juga kawan yang berasal dari Arab. Mereka mengarahkan saya kepada fikrah yang sebenarnya.

    Pikiran baru itu langsung Anda terima?

    Sebenarnya waktu itu masih ada clash, benturan, di batin saya. Misalnya, waktu itu, saya masih menganggap fikrah (pikiran) jihad itu adalah dakwah. Jadi, ada konflik berat. Tapi, waktu itu, saya membaca sebuah hadis, dan ini juga hadis sahih, bahwa yang terberat itulah yang terbenar. Dan itu pasti dibenci oleh orang-orang kafir. Jadi, saya mulai masuk ke dalam mazhab salafus sholeh (mazhab yang berupaya memurnikan kembali ajaran Quran dan hadis, salah satunya dengan cara mengikuti cara hidup Nabi Muhammad—Red.).

    Di Afganistan, Anda juga latihan militer?

    Secara fisik, katakanlah, memang ada proses militerisasi. Dalam arti dengan jalan Islami, tidak bercampur dengan teori-teori kafir yang lazimnya boleh langsung tampar jika ada yang salah, atau ditelanjangi. Kami tak seperti itu. Jadi, betul-betul dengan metode on to the heart, masuk ke dalam hati betul. Yang salah paling disuruh baca Al-Quran atau baca hadis, atau hukumannya hanya push up dan lari. Kelihatannya itu memang sepele, tapi itu bisa menyentuh hati.

    Kalau jadwal latihan harian?

    Tergantung kondisi. Kalau lagi perang, latihan kan tak bisa. Situasional sekali. Tapi kita selalu waspada, alert. Itu wajib.

    Pasti Anda punya pengalaman bertempur juga.

    Ada. Tapi saya khawatir membatalkan amal saya, jadi tak usah diceritakan.

    Berapa lama di Afganistan?

    Intensifnya berpindah-pindah. Saya berada di sana selama tiga tahun.

    Lalu mengapa sekarang berjuang dengan aksi teror bom?

    (Sebutan teror bom) itu propaganda orang kafir. Mereka paling tahu cara membungkam Islam. Memang, dalam perang seperti itu, selalu ada propaganda melemahkan lawan. Kita sampai menyebut hal itu teroris karena ayat dalam Al-Quran yang berbunyi ”sampai mereka merasa takut” diterjemahkan Al-Quran versi Inggris oleh Yusuf Ali sebagai to terrorized, bukan to be afraid. Siapa yang harus dibuat takut? Tak lain musuh Allah, musuh Islam.

    Tampaknya Anda sangat terpengaruh dengan konflik di Afganistan dan juga mungkin di Palestina. Apakah Anda akan berhenti kalau konflik itu selesai?

    Saya menjawab ini dengan mengutip firman Allah Swt., ”Dan perangilah mereka sampai tak ada fitnah.” Hanya ada satu jalan, yaitu jihad. Ada tafsir dari Ibnu Katsir soal fitnah itu. Pertama, kemusyrikan. Kedua, tidak menegakkan hukum Allah. Jadi, untuk mengeliminasi fitnah itu, hanya ada satu cara, dengan jihad. Bukan lewat pemilihan umum, bukan dengan demokrasi. Itu konsep Barat dan yang sekarang menjadi dien atau agama baru. Lalu banyak umat Islam sekarang yang pengecut. Mereka menyembunyikan hadis sahih. Dalam satu hadis yang diriwayatkan Bukhari-Muslim disebutkan, ”Aku diutus oleh Allah menjelang hari kiamat dengan membawa pedang.” Itu hadis sahih.

    Seandainya persoalan umat Islam lebih mendapat perhatian, apakah akan terus menjalankan jihad?
    Bukan soal perhatian atau simpati. Kami hanya menjalankan kewajiban syar’i, kewajiban syariat, hanya dengan satu jalan: jihad fisabilillah.
    Tapi aksi teror bom itu kan tidak populer?
    Ya, memang seperti itu. Saya beri contoh, ada satu pendakwah Islam yang sangat populer sekarang dan disukai oleh semua agama. Saya tertawa. Itu something wrong. Coba kita lihat Muhammad sebelum mendapatkan kenabiannya. Semua orang suka kepadanya dan dia dijuluki ”Al-Amin”. Dari kaum Quraisy sampai Yahudi pun suka dengan dia. Tapi, begitu risalah kenabian datang, namanya berubah menjadi ”Al-Majnun”. Dibilang orang gila, dibilang tukang sihir, memecah belah persatuan. Jadi, memang seperti itu. Pasti dicela dan dimaki. Seperti firman Allah Swt., ”Dia mengutus kamu Muhammad dengan hidayah, untuk dimenangkan, walaupun orang kafir membenci.” Jadi, kebencian itu adalah satu konstanta. Jadi, kalau tak dibenci orang kafir, ya, artinya belum sampai ke tahap itu.
    Ganjaran aksi terorisme adalah hukuman mati….
    Hukuman mati tak akan menyelesaikan persoalan. Ini cuma setitik debu bagi para mujahid yang masih berjuang di luar. Saya jamin, persoalannya tak akan selesai. Demi Allah, tak akan selesai.
    Anda sama sekali tak takut ancaman mati itu?
    Alhamdulillah, Allah telah mencabut semua keraguan dan ketakutan di hati saya.

  39. Anonymous says:

    Satu kata buat trio bom Bali…

    BANGSAAAAAAAAAAAT!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>